Sekarang ....
Aku sudah semakin memahami, meyakini dan mempercayai. Bahwa
kamu bukan untukku. Jadi, tugasku adalah menenangkan hatiku dan membuatnya
bersih. Bersih dari wajahmu, suaramu dan sosokmu.
Sekarang.......
Bayangmu dalam setiap alunan laguku, takkan lagi tampak
walau hanya sebait, sekelebat. Aku bertekad untuk itu. Tekadku bulat, tidak
berliku.
Sekarang...........
Waktu yang tepat untukku, memohon kepada Tuhan agar aku
dapat menjalani hidupku tanpa dihantui bayangmu. Tanpa tanya yang tak pernah
terjawab.
Sekarang..................
Tekad dan keikhlasan hatiku yang yang dapat membunuh sosokmu
dari hidupku. Meski ini akan sulit, namun aku yakin aku dapat melakukannya.
Karena kamu bukan yang terbaik untuk menjadi,
Imamku...........
Imam untuk anak anakku...................
Imam untuk menembus syurga................
Kamu bukan tulang
rusukku...........................................................
Bismillahir rahmaanir Raahiimmmm.......
Dengan bismillah aku bisa melupakannmu......................
############################
Aku bahagia .........
Karena aku telah mengerti, bahwa kamu bukan untukku, bukan
separuh hatiku.
Aku tidak pernah menyesal telah jatuh cinta padamu, ini
adalah pelajaran berharga. Mencinta tidak semudah tersenyum, melupakan tidak
semudah tertawa.
Mengingatku menangis, tersenyum dan tertawa karenamu, aku
senang. Namun, akan aku cukupkan rasa itu sampai disini. Tuhan menunjukkan
jalan untuk aku melupakanmu........
Tuhan akan memberiku jawaban dari doaku, bukan
dirimu.............
Tuhan akan membuatku menangis, tertawa, tersenyum, namun
bukan karenamu.
Terimakasih telah lahir kedunia, dan membuatku jatuh cinta,
membuatku bertanya-tanya dan tak pernah terjawab....
Tuhan menjawabnya untukku, bukan dirimu.............
Hatiku akan mati untukmu, selamanya.....................
Terimakasih....................................................
###########################
Masih tentagnku dan tentangmu...
Hari ke tiga setelah aku hampir mati berusaha menghapus
jejakmu,
Semakin tenang, semakin dalam...
Benar, tak ada usaha yang sia sia. aku mengingatmu separuh
dari hariku, tak seperti dulu.
Aku semakin yakin, langkahku benar dan Tuhan meridhai. Kita
tak pantas saling mencinta, tepatnya kamu tidak pantas dicinta. Karena cintaku
suci. Rasa dari Tuhan.
Hati yang dahulu berdegup saat mengingatmu, sekarang tak
begitu....
Walaupun masih ada desiran rasa, namun tak seberapa. Aku
mampu mengatasinya.
Semakin aku menulis..... semakin aku bisa melupakan,
Semakin aku mengingat, semakin kuat hatiku mencegah,
Semakin kuat aku berdoa, semakin Tuhan membanntu.........
Terimakasih untuk hidup, untuk cinta dan untuk kuasa Tuhan
atas hidup dan cinta.
Terimaksih......................................













