Kamis, 24 November 2016

Good bye Cinta..



Sekarang ....
Aku sudah semakin memahami, meyakini dan mempercayai. Bahwa kamu bukan untukku. Jadi, tugasku adalah menenangkan hatiku dan membuatnya bersih. Bersih dari wajahmu, suaramu dan sosokmu.
Sekarang.......
Bayangmu dalam setiap alunan laguku, takkan lagi tampak walau hanya sebait, sekelebat. Aku bertekad untuk itu. Tekadku bulat, tidak berliku.
Sekarang...........
Waktu yang tepat untukku, memohon kepada Tuhan agar aku dapat menjalani hidupku tanpa dihantui bayangmu. Tanpa tanya yang tak pernah terjawab.
Sekarang..................
Tekad dan keikhlasan hatiku yang yang dapat membunuh sosokmu dari hidupku. Meski ini akan sulit, namun aku yakin aku dapat melakukannya.
Karena kamu bukan yang terbaik untuk menjadi,
Imamku...........
Imam untuk anak anakku...................
Imam untuk menembus syurga................
Kamu bukan tulang rusukku...........................................................
Bismillahir rahmaanir Raahiimmmm.......
Dengan bismillah aku bisa melupakannmu......................
############################   

Aku bahagia .........
Karena aku telah mengerti, bahwa kamu bukan untukku, bukan separuh hatiku.
Aku tidak pernah menyesal telah jatuh cinta padamu, ini adalah pelajaran berharga. Mencinta tidak semudah tersenyum, melupakan tidak semudah tertawa.
Mengingatku menangis, tersenyum dan tertawa karenamu, aku senang. Namun, akan aku cukupkan rasa itu sampai disini. Tuhan menunjukkan jalan untuk aku melupakanmu........
Tuhan akan memberiku jawaban dari doaku, bukan dirimu.............
Tuhan akan membuatku menangis, tertawa, tersenyum, namun bukan karenamu.
Terimakasih telah lahir kedunia, dan membuatku jatuh cinta, membuatku bertanya-tanya dan tak pernah terjawab....
Tuhan menjawabnya untukku, bukan dirimu.............
Hatiku akan mati untukmu, selamanya.....................
Terimakasih....................................................
###########################  
Masih tentagnku dan tentangmu...
Hari ke tiga setelah aku hampir mati berusaha menghapus jejakmu,
Semakin tenang, semakin dalam...
Benar, tak ada usaha yang sia sia. aku mengingatmu separuh dari hariku, tak seperti dulu.
Aku semakin yakin, langkahku benar dan Tuhan meridhai. Kita tak pantas saling mencinta, tepatnya kamu tidak pantas dicinta. Karena cintaku suci. Rasa dari Tuhan.
Hati yang dahulu berdegup saat mengingatmu, sekarang tak begitu....
Walaupun masih ada desiran rasa, namun tak seberapa. Aku mampu mengatasinya.
Semakin aku menulis..... semakin aku bisa melupakan,
Semakin aku mengingat, semakin kuat hatiku mencegah,
Semakin kuat aku berdoa, semakin Tuhan membanntu.........
Terimakasih untuk hidup, untuk cinta dan untuk kuasa Tuhan atas hidup dan cinta.
Terimaksih......................................





Kamis, 09 Juni 2016

Entah Sampai Kapan....




Entah sampai kapan...

Kamu mengulanginya, melakukan hal hal yang sama, menyakitiku.
Kamu menambah lubang dihatiku, yang belum sembuh.  Setengah mati aku mencoba menutupnya, untukmu.
Kamu bilang ini “ini hanya hal sepele”. Tapi seumur hidup aku takkan mampu benar2 melupakan dan menyembuhkan luka ini, sedang kamu masih dg hati yang sama.

Entah sampai kapan .....
Hidupku dibayang-bayangi masa lalumu, masa lalu yang seharusnya pergi. Tapi kamu masih saja setengah hati melepas masa lalu itu, meski kamu tahu, kamu menyakitiku.

Entah sampai kapan,
Aku mampu bertahan, menggenggam apa yang tak seharusnya aku genggam.
Mampukah aku menjaga hati ini untukmu, dengan kadar yang sama? Sedang kamu tak menghargainya?

Hatiku tulus, Namun kamu membuatnya menjadi menghitam, mengeras dan aku tahu itu menambah daftar dosaku dihadapan Tuhan.
Semoga Tuhan memberi jalan terbaik untuk kita......

Jumat, 03 April 2015

Dan Ketika Pernikahan Datang Padaku..........



Bagi saya, menikah adalah sesuatu yang begitu agung. Pernikahan menyatukan dua hati, dua jiwa, dua otak, dua keluarga. Dan hari pada hari kamis, 07 Februari 2014, bertempat di Masjid Nabawi Madinah, saya akhirnya kami (saya dan tunangan) menikah. Hari itu, rasanya campur aduk. Ada bahagia, sedih, cemas dan takut. Bahagia karena Allah menyatukan saya dengan Imam yang akan membawa saya  ke Syurga, sedih karena pada akhirnya saya harus meninggalkan masa kesendirian saya yang begitu menyenangkan, cemas, apakah saya bisa menjadi istri yang baik, dan takut apakah kami bisa saling mencintai atau tidak.

Bagaimana tidak, saya menikah dengan sosok yang saya tidak kenal dekat dengannya dan keluarganya.  Bagaimana sifatnya, apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka, bagaimana keluarganya, apa yang mereka suka dan tidak suka. Apakah dia dan keluarga akan menerima saya dan keluarga, kekurangan kami, tradisi keluarga kami. Apakah saya dan keluarga juga bisa menerima seutuhnya suami dan keluarganya, apakah saya bisa mencintai suami dan seluarganya seperti saya mencintai saya dan kelurga saya. Semuanya berkecamuk, campur aduk.

Sampai detik ini, saya tidak benar-benar mengenal luar dan dalam suami saya. Karena beberapa hari setelah menikah, saya terpisah jarak yang jauh. Yah, Long distance relationship. Kami berkomunikasi melalui gadget. Tapi saya tahu, semua butuh proses. Mungkin bagi beberapa orang akan berfikir, bagaimana saya bisa menikah dengan pria yang saya tidak mengenalnya dg dekat?. Pemikiran saya memang kolot, kuno. Buat saya, menikah tidak harus dengan orang yang kita kenal dengan dekat, yang kita tahu bagaiman kehidupan dan sifatnya, atau dengan orang yang kita cintai. Saya mempercai proses. Setelah kita menikah kita akan mengenal, memahami,dan menerima. Jika dalam proses itu ada sakinah, saya percaya mawaddah atau cinta akan tumbuh. Ketika sakinah dan mawaddah sudah ada, pastilah Rahmah Allah akan senaantiasa mengiringi perjalanan hidup kami.  

Beberapa hari terpisah, saya merindunya. Tapi apakah ini cinta? Saya belum tahu pasti. Karena cinta tidak dapat diukur dengan rindu. Apakah saya tidak mencintainya? Tidak juga. Kata yang tepat saat ini adalah saya  akan terus merusaha mencintainya. Meningkatkan rindu ini menjadi cinta. 

Ya Allah...
Jika sekiranya suamiku adalah pilihanMu  di Arsy', berilah kekuatan dan keyakinan padaku untuk terus bersamanya.
Sekiranya suamiku  akan membimbing tangan ini ke TitianMU, karuniakanlah aku kasih dan ridha atas semua aperbuatannya..
Sekiranya suamiku adalah bidadara untuk saya di JannahMu, limpahkanlah aku sifat tunduk dan tawadduk akan segala perintahnya..
Sekiranya suamiku adalah yang terbaik untukku di duniaMu, perihalalah tingkah laku dan kata kataku dari menyakiti perasaannya..
Sekiranya suamiku adalah jodoh yang dirahmati oleh Mu, berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala keanekaragamannya..

Tetapi Ya Rahman,
Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan hanya untukku, tunjukkanlah aku jalan terbaik untuk mengarungi segala takdirku..
Sekiranya suamiku tergoda akan keindahan duniamu, limpahkan aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suamiku tunduk pada pada nafsu yang melalaikan, karuniakanlah aku kekuatanMn untu memperbaiki keadaanya,
Sekiranya suamiku akan mencintai kesesatan, bimbinglah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena.....

Ya Rahiim,
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMU
Tunjukkan aku kejalan yang Engkau Ridhai
Jadikanlah aku  istri yang baik, yang mencintai suami dan keluarganya seperti aku mencintai diriku dan keluargaku
Jadikanlah kami saling mencintai Karena Engkau Ya Allah......


Rabu, 10 September 2014

Belajar Njepret (Part 1)

Wahhh... Assalamualaikum..
Lama sekali saya tak mengunjungi blog ini. Bukan karena saya sibuk, tapi rasa malas ini tak terbendung! Kali ini saya mau share tentang .................................................!

Entah kenapa, saya selalu menikmati hasil karya foto teman teman ataupun fotografer kenamaan.  Bermimpi, seandainya punya kamera mahal, andai bisa menguasai tehnik memotret, dll. Tapi, dunia ini rasanya begiiitu sulit saya jamah. Karena saya tidak memiliki banyak uang untuk membeli camera bagus... Hiks sedihnya.

Sampai pada suatu hari, ada seorang teman menunjukkan hasil huntingnya. Bagus!!!!! Saya tanya, pake kamera apa??? Ternyata teman saya bilang, pake hape!!!! What???? Bisa sebagus itu??? Dan dia menyarankan agar saya latihan memotret menggunakan telepon genggam. Dan kalu suatu hari kamu membeli camera  bagus, kamu gga akan terlalu kaku, katanya.

Akhirnya saya mencoba, dan hasilnya........................ ini dia..!













Itulah beberapa hasil hunting saya. Lain kali akan saya share yang lainnya. Bagaimana????? Mohon bimbingannya.........................................................



Rabu, 20 Agustus 2014

La Tahzan! Akan selalu ada Jalan......


Dulu, aku kecil sangat bahagia. Bahagia bersama keluarga yang lebih dari cukup kala itu. Ayah yang sangat mencintaiku, Ibu yang begitu menyayangiku dan adik yang manis. Dilenkapi rumah yang cukup baik, mobil dan aset keluargaku yang lebih dari orang dikampungku. Aku bahagia, sangat bahagia kala itu.............

Kebahagiaan dalam keluarga kecilku mulai surut, ketika itu aku duduk dibangku menengah, sedikit demi sedikit harta ayah ibuku mulai berkurang. Ibuku mulai sering sakit, dan selepas SMA aku tak dapat melanjutkan kuliah. Aku tak membenci  siapapun atas situasi ini. Aku tetap bahagia. Karena mereka masih bersamaku, ayahku, ibuku dan adikku.............
Sampai suatu hari, ketika aku berumur 18 thn dan adikku berumur 8 thn, Ibuku meninggal dunia. Meninggalkan ayahku, meninggalkanku yang begitu rapuh tanpa belainya, dan meninggalkan adikku yang masih sangat membutuhkannya.  Melihat jenazah ibuku, melihat tangisan adikku , melihat ayahku yang tak dapat berkata-kata, aku menjerit  dalam hati. Dunia ini seperti akan runtuh dan menguburku. Aku tak tega melihat jeritan adikku, aku tak tega melihat ayahku yang termangu. Tapi aku memngikhlaskan beliau. Mungkin Tuhan lebih menyayangi ibu daripada aku menyayanginya.

Waktu berlalu, hidupku kembali normal. Adikku kembali riang, aku bahagia melihatnya. Saat aku membersihkan kuburan ibuku, aku tersenyum lirih “Lihatlah bu, adik kembali riang, akupun akan berbahagia. Demi ibu... Berbahagialah di syurga bu”
Namun, Hari hari kami kembali dirundung kesedihan. Ayahku mulai sakit. Sakit. Sakit. Sakit.  Dalam sakitnya, ayahku tak pernah sekalipun mengeluh. Ayahku yang sabar, ayahku yang tegar. Sesekali kami membawanya kerumah sakit, tapi seringkali ayahku menolak. Mungkin karena kondisi ekonomi kami yang kurang baik. Sehingga ayahku memilih obat-obatan yang tidak mahal.

Hari yang kutakutkan tiba, diusiaku yang yang masih remaja dan adikku yang masih kelas 4 SD, Ayahku pulang. Pulang menemui ibu. Tanpa mengajak kami. Saat itu, aku mengutuk Tuhan. Setega itukah Engkau Tuhan??? Rutukku... Aku merasa menjadi orang paling tidak beruntung. Adikku menjadi yatim piatu. Dan aku?? Aku harus mengurusnya. Seorang diri. Rutukku pada Tuhan mulai memudar, aku kembali tersadar...............
Hari-hari kulalui dengan bekerja, Bekerja, dan bekerja. Bekerja apa saja yang bisa menghasilkan uang. Untuk hidupku dan adikku. Terkadang aku menangis, meratapi diri. Mengapa begitu kejam hidup ini Tuhan....... Apa salahku????????
Saat ini aku sadar! Aku tak boleh menyesali apapun! Aku tak boleh membenci siapapun. Saat ini aku harus meraih mimpi. Mimpiku adalah bahagia dan membahagiakan adikku. Mimpiku adalah Sukses dalam karir, dan menyekolahkan adikku. Mimpiku adalah membuat bangga Ayah dan Ibuku di syurga. Mimpiku adalah Membawa adikku pada kebahagiaan....
Aku tak lagi merutuk Tuhan. Tuhan sangat menyanyangiku, menyayangi adikku. Aku sedang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menjadi ikhlas, menjadi sabar, dan menjadi pekerja keras.

Akan selalu ada jalan bagi orang-orang yang Berusaha dan berdo’a. Tuhan Maha Tahu.......
Akan selalu ada jalan bagi orang yang mencintaiNya, akan selalu ada jalan bagi orang-orang yang menghargai kehidupan..........................

Minggu, 20 Juli 2014

Rekap Suara Sementara Tingkat Nasional



Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu Presiden tingkat nasional, Minggu 20 Juli 2014. Tak semua provinsi mulus dalam hal rekapitulasi, karena hampir di setiap provinsi ada suara tidak sah.

Sejak KPU menggelar rapat mulai pukul 10.30 WIB, tercatat baru sembilan provinsi yang telah usai dilakukan penghitungan. Kesembilan provinsi itu antara lain Kalimantan Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, rekapitulasi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini masih belum disahkan karena rapat masih diskors hingga pukul 20.00 WIB. Berikut hasil rekapitulasi penghitungan suara sementara di 8 provinsi.

Kalimantan Barat
1.032.354 suara (Prabowo)
1.573.046 suara (Jokowi unggul)

Aceh
1.089.290 suara (Prabowo unggul)
913.309 suara (Jokowi)

Nusa Tenggara Barat
1.844.178 suara (Prabowo unggul)
701.238 suara (Jokowi)

Sumatera Selatan
2.132.163 suara (Prabowo unggul)
2.027.049 suara (Jokowi)

Kalimantan Selatan
941.809 suara (Prabowo unggul)
939.748 suara (Jokowi)

Kepulauan Riau
332.908 suara (Prabowo)
491.819 suara (Jokowi unggul)

Jambi
871.316 suara (Prabowo)
897.787 suara (Jokowi unggul)

Bangka Belitung
200.706 suara (Prabowo)
412.359 suara (Jokowi unggul)

Daerah Istimewa Yogyakarta (belum disahkan)
977.342  suara (Prabowo)
1.234.249 suara (Jokowi unggul)