Setiap
orang memaknai kata sahabat dengan berbagai redaksi. Bagi saya Sahabat adalah
seseorang yang dapat memberi warna dalam hidup saya. Lebih dari itu, sahabat
yang bisa membawa kita pada jalan yang lebih baik.
Selama
perjalan hidup saya, saya memiliki banyak teman. Sejak TK sampai sekarang (saya
sudah sarjana J). Banyak teman yang menghiasi
kehidupan saya. Namun yang masuk pada kriteria sahabat dalam pengrtian saya
hanya ada dua orang.
Yang
pertama bernama Bilqis Firyal Nabilah. Teman SMA saya yang sangat jenius.
Karena sebenarnya dia adik kelas saya dua tahun, tapi mengikuti program
akselerasi. Dulu, Kita menamai persahabatan ini dengan kepompong. Berharap kita
akan bermetamorfosis pada kehidupan yang lebih indah. Seperti kupu-kupu. Saya
mengagumi semua hal yang ada pada dirinya. Pola pikirnya, gaya hidup yang apa
adanya, dan banyak hal yang tidak bisa saya sebut. Caranya meracuni otak saya
sampai pada akhirnya banyak kebiasaan buruk yang saya tinggalkan adalah warna yang
dia berikan dalam hidup saya. Motivasi, support dan rasa penghargai adalah
caranya membawa saya pada kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Yang tidak
dapat saya lupakan, adalah ketika dia menyodorkan banyak buku untuk saya baca.
Bukan hanya itu, agar saya suka membaca. Dia berkata “kak, lihat deh. Di rumah orang sukses ga mungkin ga ada buku, pasti banyak.”
hayoooo.... tebak yang mana??? yang tiduran kah??? :)
Walaupun
kebersamaan kami tidak panjang, karena akhirnya dia kembali ke malang kota
kelahirannya, namun sampai detik ini semua hal yang dia berikan pada sya masih
terus menjadi motivasi dalam kehidupan saya.
Bermimpilah. Tuhan tau, tapi menunggu. Kata kata di sang pemimpi yang saygat
dia sukai...
Bil, big hug! For every second you
gave. For every lesson you tought! Mean a lot for me and my life..........
Yang
kedua bernama Ruckiyah Ichsan. Yang satu ini teman satu angkatan saya di
kampus.
Berbeda
dengan bilqis yang hanya “singgah” sebentar dalam hidup saya, iyem (panggilan
saya ke dia) menemani saya sejak semester ke tiga masa “kemahasiswaan” saya.
Dia sudah seperti saudara saya, bahkan mungkin lebih. Dia mengetahui semua hal
tentang saya, tidak bukan hanya itu. Dia bahkan tahu isi hati saya. Saya merasa
dia memiliki suatu hal yang saya nyaman share tentang hal apupun, tanpa harus
menjadi orang lain. Saya sangat menikmati proses hidup saya bersamanya. Anda
bisa saja mengataka lebay. Tapi itulah adanya....
Semua
hal yang iyem lakukan telah mewarnai hidup saya, dan membawa saya pada mimpi
saya... yaitu kebaikan.........
Tebak yang mana?
Saya heran sama diri saya sendiri, dari sekian banyak foto , kenapa yang terpilih foto ini?
Kami
saling membutuhkan, kami saling support. Ini nyata, tidak lebay....
Tidak
berlebihan, saya menikmati segala proses hidup yang kami lakukan bersama.
Namun, ada satu peristiwa sederhana yang membuat saya yakin, saya akan
bersahabat dengan iyem sampai di syurga..........
Begini
kisahnya.....
Kami
sama-sama sedang bersedih karena suatu hal. Tiba tiba saja saya membuat dia
mengalah demi saya. Saya bilang “kapan ya yem... akiu bisa bantu kamu. Kayanya kamu terus yang bantu
aku”...........
Iyem
ngejawab “kamu ngerasa gitu ya wim??? Aku ngerasa
kamu yang selalu ada buat aku....... ”
Saya
terdiam sejenak.... dan berkata dalam hati...... semoga kita akan selamanya
bersahabat, sampai nanti di syurga......................
Buat
iyem........ “terimakasih...... rasa syukurku hanya dapat aku berikan melalui
doa sobat... semoga kamu sukses, sehat dan tetap baik pada semua orang.....”
You are my best buddy ever... thank’s a
lot Yem.........
Tetaplah
begitu..........................................


Super kak...
BalasHapusJadi malu sama mbak Nadia, yg dirumah slalu jd pahlawan bg adek2nya. Siip..
Semoga bisa reunian lg ya, kak.. Sukses selalu..