Kamis, 03 Juli 2014

SOHOBOT = Extraordinary Friend

Setiap orang memaknai kata sahabat dengan berbagai redaksi. Bagi saya Sahabat adalah seseorang yang dapat memberi warna dalam hidup saya. Lebih dari itu, sahabat yang bisa membawa kita pada jalan yang lebih baik.

Selama perjalan hidup saya, saya memiliki banyak teman. Sejak TK sampai sekarang (saya sudah sarjana J). Banyak teman yang menghiasi kehidupan saya. Namun yang masuk pada kriteria sahabat dalam pengrtian saya hanya ada dua orang.

Yang pertama bernama Bilqis Firyal Nabilah. Teman SMA saya yang sangat jenius. Karena sebenarnya dia adik kelas saya dua tahun, tapi mengikuti program akselerasi. Dulu, Kita menamai persahabatan ini dengan kepompong. Berharap kita akan bermetamorfosis pada kehidupan yang lebih indah. Seperti kupu-kupu. Saya mengagumi semua hal yang ada pada dirinya. Pola pikirnya, gaya hidup yang apa adanya, dan banyak hal yang tidak bisa saya sebut. Caranya meracuni otak saya sampai pada akhirnya banyak kebiasaan buruk yang saya tinggalkan adalah warna yang dia berikan dalam hidup saya. Motivasi, support dan rasa penghargai adalah caranya membawa saya pada kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Yang tidak dapat saya lupakan, adalah ketika dia menyodorkan banyak buku untuk saya baca. Bukan hanya itu, agar saya suka membaca. Dia berkata “kak, lihat deh. Di rumah orang sukses ga mungkin ga ada buku, pasti banyak.” 
hayoooo.... tebak yang mana??? yang tiduran kah??? :) 

Walaupun kebersamaan kami tidak panjang, karena akhirnya dia kembali ke malang kota kelahirannya, namun sampai detik ini semua hal yang dia berikan pada sya masih terus menjadi motivasi dalam kehidupan saya.

Bermimpilah. Tuhan tau, tapi menunggu. Kata kata di sang pemimpi yang saygat dia sukai...
Bil, big hug! For every second you gave. For every lesson you tought! Mean a lot for me and my life..........

Yang kedua bernama Ruckiyah Ichsan. Yang satu ini teman satu angkatan saya di kampus.
Berbeda dengan bilqis yang hanya “singgah” sebentar dalam hidup saya, iyem (panggilan saya ke dia) menemani saya sejak semester ke tiga masa “kemahasiswaan” saya. Dia sudah seperti saudara saya, bahkan mungkin lebih. Dia mengetahui semua hal tentang saya, tidak bukan hanya itu. Dia bahkan tahu isi hati saya. Saya merasa dia memiliki suatu hal yang saya nyaman share tentang hal apupun, tanpa harus menjadi orang lain. Saya sangat menikmati proses hidup saya bersamanya. Anda bisa saja mengataka lebay. Tapi itulah adanya....
Semua hal yang iyem lakukan telah mewarnai hidup saya, dan membawa saya pada mimpi saya... yaitu kebaikan.........
Tebak yang mana?
Saya heran sama diri saya sendiri, dari sekian banyak foto , kenapa yang terpilih foto ini?

Kami saling membutuhkan, kami saling support. Ini nyata, tidak lebay....
Tidak berlebihan, saya menikmati segala proses hidup yang kami lakukan bersama. Namun, ada satu peristiwa sederhana yang membuat saya yakin, saya akan bersahabat dengan iyem sampai di syurga..........

Begini kisahnya.....
Kami sama-sama sedang bersedih karena suatu hal. Tiba tiba saja saya membuat dia mengalah demi saya. Saya bilang “kapan ya yem... akiu bisa bantu kamu. Kayanya kamu terus yang bantu aku”...........
Iyem ngejawab “kamu ngerasa gitu ya wim??? Aku ngerasa kamu yang selalu ada buat aku....... ”
Saya terdiam sejenak.... dan berkata dalam hati...... semoga kita akan selamanya bersahabat, sampai nanti di syurga......................
Buat iyem........ “terimakasih...... rasa syukurku hanya dapat aku berikan melalui doa sobat... semoga kamu sukses, sehat dan tetap baik pada semua orang.....”
You are my best buddy ever... thank’s a lot Yem.........

Tetaplah begitu..........................................

1 komentar:

  1. Super kak...
    Jadi malu sama mbak Nadia, yg dirumah slalu jd pahlawan bg adek2nya. Siip..
    Semoga bisa reunian lg ya, kak.. Sukses selalu..

    BalasHapus